Adriano Galliani Di Belakang Jungkir Baliknya AC Milan

Adriano Galliani Di Belakang Jungkir Baliknya AC Milan

Adriano Galliani Di Belakang Jungkir Baliknya AC Milan – Adriano Galliani telah meniti karier bersama AC Milan selama 27 tahun. Kehadirannya sangat tidak bisa dianggap sepele dan begitu penting di San Siro.

Kesuksesan yang diraih Rossoneri sebagian besar disebabkan oleh kejelian mendatangkan pemain baru. Menjual pemain dengan mahal dan membeli pemain bintang dengan harga yang murah merupakan cirri khas darinya.

Galliani juga dapat mengetahui potensi yang dimiliki oleh pemain yang bermasalah namun mempunyai bakat yang luar biasa. Hal inilah yang membuat klub Milan dikenal sebagai tim jempolan pada saat di bursa transfer.

Tercatat sudah 28 trofi yang diraih selama 27 tahun kepemimpinannya bersama AC Milan. Itu sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa dia merupakan orang yang jenius. Namun Milan telah mengalami keterpurukan pada musim ini hanya dikarenakan keputusan aneh yang telah dikeluarkan oleh Galliani sendiri.

Pada bulan Juli lalu, Galliani mengatakan bahwa Milan telah mempunyai rencana untuk kembali pada strategi awal. Klub telah memutuskan untuk menerapkan sistem baru dengan mendatangkan Riccardo Saponara dari Empoli, dengan menempatkannya pada posisi sebagai trequartista. Dalam pernyataannya tersebut, Galliani telah memantapkan niatnya untuk mengambil formasi 4-3-1-2 bukannya 4-3-3.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa ia begitu berani dalam memutuskan sesuatu yang dapat membuat stabilitas tim menjadi hancur? Sejak November tahun lalu, Rossoneri terbukti telah memberikan penampilan yang bagus dengan cara menerapkan formasi 4-3-3 dan mampu meraih 17 kemenangan dari 26 pertandingan dan 2 kali kalah hingga akhir musim.

Pada saat itu, Milan merupakan tim paling baik di paruh kedua dalam kompetisi Serie A. satu-satunya yang menjadi alasan mengapa mereka nyaris mengalami kegagalan pada Liga Champions adalah performa mereka yang buruk pada awal musim dan hanya mampu mendapat 14 poin dari 12 laga.

Thiago Silva, Zlatan Ibrahimovic telah menjadi sejarah, sementara nama-nama pemain seperti Balotelli, Shaarawy, Niang serta Mattia De Sciglio telah menjadi pemain masa depan bagi Milan yang berusaha untuk mempromosikan pemain muda dan membuat pondasi baru di tengah kesulitan dalam hal finansial.

Selalu memberi kepercayaan yang lebih pada pemain yang mempunyai segudang pengalaman, tindakan Galliani yang mulai terkonsentrasi untuk melirik para pemain muda telah membuat AC Milan menjadi tim yang semakin lemah.

Dengan finansial tim yang terbatas,klub malah ingin mengincar pemain muda dan menangkap bakat yang pemain muda itu miliki sejak dini akan menjadi rencana masa depan bagi tim. Namun, Galliani gagal mewujudkan keinginannya itu.kegagalan itu akhirnya membayangi duet dua sosok yang enggan untuk bertatap. Namun mungkin ada secercah harapan bagi Milan. Presiden Barbara Berlusconi mulai bergerak dan Galliani tidak dapat berkuasa secara penuh. Setidaknya, terdapat penyeimbang untuk Galliani saat ini.