Agen Judi Asia Apa Yang Kita Pelajari Dari Matchday Dua Liga Champions Eropa?

Agen Judi Asia Apa Yang Kita Pelajari Dari Matchday Dua Liga Champions Eropa

Agen Judi Asia Apa Yang Kita Pelajari Dari Matchday Dua Liga Champions Eropa? – Matchday dua Liga Champions Eropa sudah berakhir kemarin (3/10/2013) Banyak momen terjadi, banyak gol juga tercipta serta tentu saja setiap pertandingan sepak bola tentunya mempunyai cerita.

Kejadian yang paling disorot publik adalah kartu merah yang didapat oleh kapten Celtic, Scott Brown. Brown harus melanggar Neymar karena kalah adu sprint dengan striker muda asal Brazil tersebut. Tak ayal sang pengadil pertandingan, S. Lannoy, memberikan keadilan kepada Neymar dengan memberikan hukuman kepada Brown dengan sebuah kartu merah. Lesson to learn-nya sederhana sebenarnya: Jangan pernah melanggar Neymar dari belakang. Apalagi kemudian Neymar adalah mega bintang serta harapan banyak orang. Tidak peduli dia orang Brazil atau penggemar Barcelona. Publik ingin menyaksikan gocekan-gocekannya di Piala Dunia nanti. Akibatnya yang terjadi kemudian adalah Scott Brown menjadi public enemy number one di dunia sepak bola. Brown memang sudah meminta maaf secara resmi di konferensi pers. Bahkan dia sampai menulis surat elektronik pribadi kepada Neymar yang kemudian diunggah ke situs resmi milik Celtic. Tetapi, sekali lagi publik sudah terlanjur melihat pelanggaran yang mengerikan Brown.

Pelajaran kedua yang kita ambil adalah: sepak bola Jerman sedang dalam puncak kesehatan. Setelah musim lalu menempatkan kedua wakilnya di Final Liga Champions Eropa, Munchen dan Dortmund. Musim ini mungkin kita akan melihat sejak semi final semuanya adalah tim Jerman. Hasil matchday kedua menggambarkan hasil tersebut. Munchen dan Dortmund menunjukan superioritasnya atas lawan-lawannya, masing-masing menggelontorkan tiga gol ke gawang Manchester City dan Marseille. Sedangkan, Schalke dan Leverkusen menang tipis atas rival yang dihadapi mereka; Basel dan Real Sociedad. Banyak orang memang memprediksi sejak awal tahun ini bahwa Jerman akan menjadi penantang serius bagi Spanyol dan tuan rumah Brazil untuk menjadi juara Piala Dunia. Bahkan prediksi para bandar judi adalah final ideal antara Jerman dan Brazil. Kita tunggu saja tahun depan.

Pelajaran selanjutnya yang harus kita camkan adalah serahkan semua penalti ke Balotelli. Rekor hanya gagal sekali penalti Balotelli masih terus terjaga saat melawan Ajax. Sebelumnya, bahkan rekor Balotelli untuk penalti adalah sempurna. Di Inter Milan, di City maupun di AC Milan, Super Mario melaksanakan tugasnya dengan enteng dan sempurna seperti tidak ada beban untuk mengambil tendangan dari titik 12 pas. Ketika pemain lain justru menganggap itu adalah sebuah beban mental karena jika gagal akan sangat memalukan bahkan bisa mengantarkan tim menuju kekalahan karena kegagalan mengambil penalti tersebut. Hanya sekali Balotelli gagal penalti yakni pada saat menghadapi Napoli. Penalti ini sekaligus juga menyelamatkan AC Milan dari kekalahan dari tim tuan rumah, ibu kota Belanda, Ajax Amsterdam. De Amsterdamers, para pendukung Ajax sudah bersiap merayakan kemenangan sebenarnya andai tidak ada penalti di menit akhir tersebut.

Itulah tiga pelajaran sepak bola yang dapat diambil dari matchday kedua Liga Champions 2013-2014. Semoga bermanfaat ! Agen Judi Asia