Agen Judi Asia Boateng Sarankan Mexes Lebih Kendalikan Emosinya

Agen Judi Asia Boateng Sarankan Mexes Lebih Kendalikan Emosinya

Agen Judi Asia Boateng Sarankan Mexes Lebih Kendalikan Emosinya – Sebagai mantan rekannya di AC Milan Kevin-Prince Boateng menyarankan Philippe Mexes untuk menahan tabiat buruknya di atas lapangan. Meski demikian ia sepakat kepada komdis Serie A yang menjatuhkan sanksi kepadanya.

Palang pintu AC Milan itu menerima kartu kuning keduanya saat timnya takluk dalam duel maut melawan juara bertahan Juventus yang berakhir dengan skor dramatis 3-2.

Kerugian bagi AC Milan, kerugian pula dalam karir Philippe Mexes yang harus menerima pil pahit karena harus menerima larangan bertanding sebanyak empat laga usai memukul bek Juventus Giorgio Chiellini tepat di belakang kepala dan hukuman itu dianggap setimpal oleh pihak manajemen tim sehingga memutuskan untuk tidak mengajukan banding lebih lanjut.

Bagi pelatih Massimiliano Allegri tentu saja ini merupakan pukulan telak baginya, setelah sebelumnya Mario Balotelli juga tidak dapat tampil karena akumulasi kartu saat mencoba memprovokasi wasit di akhir pertandingan.

Namun Kevin-Prince Boateng, yang sudah berlabuh ke FC Schalke 04 pada awal musim kompetisi 2013/14, memperingatkan Philippe Mexes untuk mengendalikan emosinya karena dapat menyakiti pendukung Rossoneri dengan kontribusinya yang tidak terlalu baik.

“Saya pikir hukuman empat pertandingan sangat layak,” ungkap Boateng. “Philippe harus belajar lebih baik lagi dalam mengendalikan diri dan emosinya.

“Ia merupakan salah satu sahabat karib saya dan ia selalu ingin memberikan segalanya, tetapi jelas kali ini ia melebih-lebihkan, bahkan jika bisa terjadi dalam pertandingan seperti itu, anda bisa kehilangan segala-galanya karena sebuah tindakan yang sepenuhnya tidak dapat dibenarkan.”

Kekalahan tipis 3-2 dari juara bertahan tidak hanya merugikan Milan dari sisi pertahanannya, namun juga kian menyulitkan mereka untuk mengejar defisit 13 angka dari peringkat teratas dan tentu saja ketiadaan Mexes dapat mengganggu kestabilan tim secara keseluruhan.

Meski demikian Boateng mengaku, hal itu lantas tidak berarti Milan bakal segera mengibarkan bendera putih untuk merebut satu tiket ke kompetisi Eropa pada Mei mendatang, dan sepert beberapa waktu lalu, Milan pernah melakukannya dengan baik setelah terpuruk di paruh pertama pada musim lalu.

“Saya tidak dapat membayangkan apa yang terjadi dalam benak Milan untuk saat ini, karena mereka terlempar begitu jauh di klasemen sementara. Namun saya mengetahui mereka,” lanjut mantan gelandang Tottenham Hotspur.

“Mereka merupakan sebuah tim yang kuat dan akan bicara lebih banyak lagi di tahun ini. Karena sebelumnya saya sudah merasakan hal yang sama di musim lalu, ketika kami mengawali perjalanan awal dengan lambat, namun pada akhirnya bisa meraih satu tempat ke kualifikasi Liga Champions.”

Boateng juga menjadi salah satu target diskriminasi rasial selama menghabiskan karirnya di Milan, penyerang internasional Ghana itu sempat memilih untuk keluar dari arena pertandingan saat timnya menjalani laga persahabatan tengah musim, akhir Januari lalu dan tindakan itu ia lakukan agar meningkatkan kepekaan terhadap masalah ini.

Bahkan Rossoneri harus menerima kenyataan pahit lebih besar, ketika tindakan rasisme memberikan hukuman berat kepada mereka dengan menggelar pertandingan tertutup di San Siro kala menjamu Udinese, di mana mereka sambil menunggu banding.

Namun lagi-lagi Boateng menolak alasannya meninggalkan ranah Italia dilatarbelakangi karena alasan tindakan rasis yang kerap kali menimpanya.

“Sebelumnya saya sudah mengatakan dan kali ini saya kembali angkat bicara – saya sama sekali tidak beranggapan bahwa Italia merupakan negara rasis,” tegas Boateng. “Hanya saja ada beberapa orang pandir yang datang ke stadion hanya untuk menjadi pusat perhatian.

“Hal ini tentu saja sangat memalukan diri mereka sendiri. Terkadang saya mencoba untuk mengingat kembali apa yang terjadi di Busto Arsizio, saat menghadapi Pro Patria. Itu merupakan tindakan buruk, tentu saja, saya tidak habis pikir, di awal tahun 2013, masih ada saja tindakan seperti itu Agen Judi Asia.”