Agen Judi Online Berkenalan Dengan Pencipta Gaya Mendukung Hooligan

Agen Judi Online Berkenalan Dengan Pencipta Gaya Mendukung HooliganAgen Judi Online – Nama perangnya Alan Garrison. Garrison atau “garnisun” adalah nama samaran yang ia pakai hampir 30 tahun silam untuk memperumit urusannya dengan polisi. Sejak berumur 5 tahun, Alan sudah mendukung klub asal London Barat, Si Biru Chelsea. Ia layak mendapatkan selembar halaman khusus di koran atau dalam buku sejarah tentang dirinya sendiri dan bukan sebagai keanehan semata. Pada pertengahan tahun 1960-an Alan menjadi komandan salah satu kelompok hooligan terorganisir pertama dalam sepak bola Inggris. Praktis Alanlah yang sebenarnya menciptakan gaya hooligan tersebut. Di bawah kepemimpinannya yakni sampai sekitar tahun ’70-an dan’80-an, saat waktunya banyak dihabiskan di penjara. Chelsea mulai muncul sebagai klub berandalan bola paling banyak dibicarakan di dunia, sebuah kelompok dengan kapasitas terbesar untuk menyebarkan kebencian dan merusak.

Pada hari ulang tahunnya yang kelima, ayahnya mengajaknya menyaksikan klub lokal mereka, Chelsea, bermain di stadion Stamford Bridge. London Barat zaman itu belum lagi mempunyai restoran-restoran sushi atau pun bar-bar latte. Chelsea, baik lingkungan maupun klubnya, hampir tidak menampakkan kehidupan glamor dan kosmopolitan yang kini begitu kentara. Pada hari-hari kerja, jalur sekeliling lapangan bola dipakai buat balapan anjing. Di shed, seperti sebagian besar stadion sepak bola Inggris sebelum tahun 1990-an, tak ada tempat duduk, hanya teras beton belaka. Namun, tetap saja stadion tersebut membuat Alan terharu karena penuh kegairah dan persahabatan. Hal tersebut kemudian adalah hal yang juga ia inginkan dalam hidupnya Agen Judi Online.

Pada tahun 2003, orang paling kaya nomor dua di Rusia, seorang juragan minyak keturunan Yahudi yang sangat terkemuka bernama; Roman Abramovich membeli saham mayoritas Chelsea dan mulai mengucurkan hartanya untuk membangun tim berkaliber juara. Bagi kebanyakan orang, termasuk Alan, kapitalisasi sepak bola seperti sekarang ini rasanya seperti pukulan telak pada basis kelas buruh seperti mereka. Seolah-olah tim rela melupakan para penggemarnya yang paling setia demi kerjasama-kerjasama sesaat yang murahan dan cuma didorong oleh tekanan ekonomi yang berlangsung pada saat ini. Di antara banyak perubahan itu, terdapat sebuah momen yang paling menyakitkan menurut Alan. Tahun 1983, pimpinan Chelsea, Ken Bates mengusulkan untuk memagari fans dengan pagar listrik 12 volt yang akan menyengat mereka jika berusaha lewat dari pagar itu tentu saja. “Mereka perlakukan kami layaknya kami ini seperti binatang, bahkan lebih buruk!” ungkap Alan. Hanya kemudian pemerintah daerah ikut campur tangan sehingga bisa mencegah rencana ini diterapkan. Tetapi bencana kehumasan terjadi sudah bagi Chelsea Agen Judi Online.

Alan menuturkan teori jendela patah untuk para suporter yang mulai berpikir mereka sudah tidak berguna lagi seperti jendela pecah. Para suporter berpikiran seperti itu karena ada atau tidak adanya mereka klub akan tetap berjalan. Bahkan suara-suara usulan fans sudah mulai tidak didengarkan klub. Klub hanya berpikir bagaimana caranya bisa mendatangkan pemain yang menguntungkan dan tidak pernah lagi mendengarkan fans. Alan menutup bahwa sepak bola kini sudah begitu jauh berbeda khususnya di tataran penggemar Agen Judi Online.

Ditulis oleh Agen Judi Asia Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Apabila anda hendak mengutip, baik itu seluruh atau sebagian dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://agenjudiasia.com/agen-judi-online-berkenalan-dengan-pencipta-gaya-mendukung-hooligan/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.