De Jong Bela Rekannya Arjen Robben

De Jong Bela Rekannya Arjen RobbenDe Jong Bela Rekannya Arjen Robben – Gelandang Belanda itu menegaskan bahwa pemain bintang Bayern dan juga Robin van Persie bisa menjadi penting di Piala Dunia dan sang gelandang memuji taktik dari pelatih Louis van Gaal.

Gelandang AC Milan yang tak lain adalah Nigel de Jong menegaskan bahwa penampilan ”menakjubkan” yang diperlihatkan oleh Arjen Robben membuktikan bahwa dia bisa menjadi pemain utama di Piala Dunia pada musim panas ini.

Robben telah menikmati dua tahun yang sensasional bersama dengan Bayern Munich, dengan mencetak gol kemenangan di babak final Liga Champions pada musim lalu sehingga klub raksasa asal Jerman itu berhasil mengamankan treble winning yang bersejarah, sementara dirinya juga telah berhasil mempertahankan gelar juara Bundesliga Jerman lagi pada musim ini.

Pemain yang berusia 30 tahun itu merupakan bagian dari skuad tim nasional Belanda yang mengalami panas terik kampanye di Piala Eropa pada tahun 2012 kemarin, akan tetapi rekan sesama pemain internasional Belanda yaitu De Jong merasa percaya dan juga yakin bahwa dia dan juga Robin van Persie dapat membantu menghalau kenangan yang memalukan ketika mereka tersingkir di babak penyisihan grup ketika di Polandia dan Ukraina.

Ketika ditanya apakah pemain bintang dari Tim Oranje itu sedang berada di penurunan, De Jong tidak berpikir seperti itu.

“Saya tidak berpikir begitu.Robben sedang berada di puncak tertinggi dalam karirnya, dua tahun terakhir yang begitu menakjubkan, dan dia tampaknya sangat fit. Van Persie merupakan kapten kami, pemimpin kami, dia tidak bermain dalam musim terbaiknya, akan tetapi hal ini disebabkan adanya transisi di Manchester United. Namun saya baru mendengar dari dia dan dia siap, dia sedang pulih dalam kondisi yang baik.”

De Jong berpendapat bahwa tersingkirnya tim nasional Belanda di Piala Eropa 2012 kemarin di babak penyisihan grup disebabkan skuad Belanda tidak bekerja sama dengan baik dan ada terlalu banyak individualisme di dalam tim.

“Kami bukan sebuah kelompok, tidak ada kohesi antara kami dan tidak ada yang benar-benar bekerja dengan baik. Seseorang mengatakan bahwa jika kami menang melawan Denmark, maka sisa turnamen kami bisa saja berbeda. Saya sangat ragu-ragu tentang hal itu. Ada terlalu banyak individualisme.”

Belanda mencapai babak final pada tahun 2010 di mana mereka dikalahkan 1-0 oleh Spanyol, dan De Jong mengakui bahwa itu akan sulit bagi timnya untuk mengulang prestasi mereka di Afrika Selatan.

“Kami harus realistis, maka itu akan sangat sulit bagi kami. Kami harus membangun Piala Dunia kami dengan satu langkah demi satu langkah. Target minimum kami adalah untuk pergi hingga lolos dari babak penyisihan grup, tidak peduli bagaimana kami melakukannya. Kemudian… jangan pernah mengatakan tidak pernah, namun kami selalu rendah hati. Akan tetapi pada tahun 2010, tidak ada seorang pun yang mengharapkan kami untuk pergi sejauh itu.”

“Starting XI tim Oranje ini sangat berbeda dengan yang dimainkan di Afrika Selatan: kami memiliki pendekatan yang berbeda, gaya permainan yang berbeda. Kami percaya bahwa pertandingan penting kami adalah ketika melawan Chile: saya pernah melihat mereka pada banyak kesempatan dan saya merasa sangat terkesan dengan soliditas mereka. Ini akan menjadi satu tes yang sangat sulit, karena Chile memiliki begitu banyak kualitas dan juga pemain dengan level yang tinggi.”