Lima Hal Yang Kita pelajari Dari Liga Premier Pekan Lalu

Lima Hal Yang Kita pelajari Dari Liga Premier Pekan Lalu

Lain akhir pekan, lain catatan untuk Manchester United

Akhir pekan lalu adalah kekalahan pertama United oleh Stoke City dalam 30 tahun di ajang Liga Premier, sebelumnya Everton meraih kemenangan pertama mereka di Old Trafford dalam 21 tahun, maka tiga hari kemudian Newcastle juga meraih kemenangan pertama setelah 41 tahun dan menyingkirkan United di putaran ketiga FA Cup untuk kedua kalinya dalam 30 tahun. Jadi selanjutnya apa yang akan terjadi pada David Moyes – mereka sekarang telah kalah sebanyak delapan kali di liga musim ini, kapan terakhir kali mereka kalah sembilan kali? Jawannya 10 tahun yang lalu pada musim 2003/04.

Poyet mungkin menjadi bos paling populer Sunderland sejak Stoke

Penggemar Sunderland jarang mencintai manajer mereka. Peter Reid, yang membawa klub hingga ke level tertinggi di liga pada tahun 1950an. Bob Stokoe, pelatih yang membawa mereka memenangkan Piala FA, ia kata-katanya selalu dihormati. Setelah 10-hari pertama mengambil alih Sunderland, Stokoe membawa Sunderland ke final di Wembley yang pertama selama 22 tahun. Koran lokal memprediksi mereka akan terdegradasi dan dikalahkan Newcastle di pertandingan kandang dan tandang, mereka mungkin membuat pengecualian untuk Gus Poyet.

Solskjaer membuat perubahan dengan cepat

Ketika ia bertanggung jawab atas Chelsea, pernah mencoba untuk mengganti Ruud Gullit yang baru bermain sembilan menit, sebelum dibujuk oleh asistennya, Graham Rix, bahwa hal itu akan menghancurkan moral pemain. Keputusan Ole Gunnar Solskjaer untuk memasukkan Wilfried Zaha setelah 38 menit mungkin tidak berpengaruh banyak untuk Peter Whittingham, tapi itu membuat perubahan dengan meraih kemenangan 2-1 atas Norwich yang membawa Cardiff keluar dari dasar klasemen Liga Premier. Zaha adalah pemain yang terakhir didatangkan Sir Alex Ferguson untuk Manchester United, tapi David Moyes belum percaya dengan bakat yang dimilikinya. Solskjaer jelas mendukung penilaian mentornya, Sir Alex.

Rusty Traore harus melangkah ke Everton

Pemain paling penting Everton dalam beberapa minggu mendatang akan muncul di lapangan dan mendapat sambutan dari banyak pendukungnya. Hilangnya Romelu Lukaku karena cedera pergelangan kaki dan Nikica Jelavic yang dijual ke Hull City membuat Everton kehilangan striker sebelum menang 2-1 Sabtu atas Aston Villa. Bulan ini mereka melakukan perjalanan ke White Hart Lane dan Stamford Bridge, di mana Traore, yang memiliki tinggi badan 6ft 8in, kemungkinan akan menjadi target man. Mengingat bahwa ia tidak menjadi starter pertandingan liga sejak Oktober ketika ia bermain untuk Anzhi Makhachkala saat mengalami kekalahan 1-0 oleh Spartak Moscow, ia mungkin akan tampil dengan pemain baru Everton lainnya, Aiden McGeady, dan mungkin mereka masih butuh penyesuaian.

Pemain asal Inggris memimpin jalan bagi Southampton

Ini adalah 14 tahun sejak seorang pemain Inggris menjadi pencetak gol terbanyak Liga Premier – Kevin Phillips dengan 30 gol pada tahun 1999/2000 – Luis Suarez dan Sergio Aguero akan memastikan statistik yang tidak berubah. Namun ketika Jay Rodriguez mencetak gol ketiga Southampton melawan Fulham, itu adalah contoh langka dari tiga orang Inggris yang berbeda sama-sama mencetak gol di pertandingan Premier League. Di antara mereka adalah Rodriguez, Adam Lallana dan Rickie Lambert yang telah mencetak 24 gol untuk Southampton, yang merubah pemikirian banyak orang bahwa penunjukan Mauricio Pochettino itu akan menghambat pemain-pemain Inggris di St Mary. Dengan kata lain, itu adalah gol-gol yang lebih banyak dari seluruh pemain Inggris di Manchester United.