Mampukah Juventus Berbuat Banyak di Liga Champions?

Mampukah Juventus Berbuat Banyak di Liga ChampionsMampukah Juventus Berbuat Banyak di Liga Champions? – Musim 2013/14 menjadi salah satu musim terbaik dan juga musim yang sangat mengecewakan bagi para punggawa Juventus. Di kompetisi Serie A, Si Nyonya Tua mampu melakukan dan juga meraih sejarah baru. Bianconeri mampu menjadi tim Italia pertama yang meraih 100 poin dari kemungkinan koleksi 102 poin. Dan hal ini menjadi rekor terbaru di kompetisi Eropa. Juve menjadi salah satu dari 5 tim yaitu Juventus di era 1930-an, Torino di era 1950-an, dan juga Milan era Fabio Capello, serta Inter pasca kejadian Calciopoli yang mampu meraih 3 gelar tiga Scudetti secara beruntun.

Namun ternyata kiprah Juve tersebut berbanding terbalik di Eropa. Juve tidak bisa berbuat banyak kala melawan Galatasaray dan Copenhagen dan juga Real Madrid. Bandingkan dengan Napoli dan AC Milan yang menghadapi lawan-lawan relatif berat. Napoli memang gagal lolos, namun mereka memiliki nilai yang sama dengan Dortmund dan juga Arsenal. Sementara Milan mampu lolos bersama Barca dengan mengandaskan Ajax dan Celtic.

Dengan hasil tersebut tentu timbul pertanyaan, mampukah Juve berbicara banyak di kompetisi Eropa ? Apalagi sudah banyak yang mengerti gaya permainan Antonio Conte. Formasi andalan 3-5-2 memang cukup sukses ketika berlaga di Italia. Namun untuk berlaga di kompetisi Eropa, jelas formasi ini kurang begitu berfungsi. Lihat saja Madrid yang menggunakan 4-2-3-1 yang bertransformasi menjadi 4-3-3 dengan menarik Di Maria ke belakang.

Tentu perekrutan pemain di bursa transfer musim panas jelas menjadi momentum yang tepat. Modifikasi tersebut pastinya bisa memberikan peluang bagi Juve guna melangkah ke fase-fase tertinggi di Liga Champions. Di 2 musim terakhir memang Juve memiliki lini pertahanan yang cukup kokoh dengan dibantu 3 gelandang yang mempunyai kualitas yang mumpuni dalam diri Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan juga Paul Pogba. Namun kehebatan tersebut langsung sirna dengan formasi baku Conte.

Seandainya Juve mampu menahan Paul Progba untuk tetap berada di Juventus Stadium serta mendatangkan sekurang-kurangnya 1 winger berpengalaman seperti Alexis Sanchez dari Barcelona atau juga Juan Cuadrado dari Fiorentina, tentu ada kemungkinan Juventus akan bisa mengulangi prestasi 20 tahun silam lebih. Namun tentu masih dengan catatan bahwa kemampuan pelatih Antonio Conte dalam melakukan perombakan formasi juga lebih baik Conte harus mempelajari beberapa skema permainan agar tidak monoton dan juga bisa berbuat banyak di Liga Eropa.